MITIGASI BENCANA BANJIR
I. PENGERTIAN MITIGASI
Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.
II. KEGIATAN MITIGASI BENCANA
2. Perencanaan partisipatif penanggulangan bencanasss
3. Pengembangan budaya sadar bencana
4. Penerapan upaya fisik, non fisik, dan pengaturan penanggulangan bencana
5. Identifikasi dan pengenalan terhadap sumber bahaya atau ancaman bencana
6. Pemantauan terhadap pengelolaan SDA
7. Pemantauan terhadap penggunaan teknologi tinggi
8. Pengawasan terhadap pelaksanaan tata ruang dan pengelolaan lingkungan hidup
9. Menerbitkan peta wilayah rawan bencana.
10. Memasang rambu-rambu peringatan bahaya dan larangan di wilayah rawan bencana.
11. Mengembangkan SDM satuan pelaksana
12. Mengadakan penyuluhan atas upaya penanggulangan bencana kepada warga di wilayah rawan bencana
13. Mengadakan penyuluhan atas upaya peningkatan kewaspadaan masyarakat di wilayah rawan bencana.
14. Menyiapkan tempat penampungan sementara di jalur-jalur evakuasi jika terjadi bencana
15. Memindahkan masyarakat yang tinggal di wilayah bencana ke tempat yang aman.
16. Membuat bangunan untuk mengurangi dampak bencana, misalnya tanggul penahan erosi
17. Membentuk pos-pos siaga bencana
III. PENGERTIAN BANJIR
Banjir adalah peristiwa terbenamnya daratan oleh air, dimana suatu daerah dalam keadaan tergenang oleh air dalam jumlah yang begitu besar. Banjir pada umumnya disebabkan oleh air sungai, got, gorong, kali dan lain sebagainya yang meluap ke lingkungan sekitarnya akibat curah hujan yang cukup tinggi.
IV. JENIS-JENIS BANJIR
1. Banjir sungai, disebabkan oleh air sungai yang meluap.
2. Banjir danau, disebabkan oleh air pada danau yang meluap.
3. Banjir bandang, banjir di daerah permukaan rendah akibat hujan yang turun secara terus menerus dan munculnya secara tiba-tiba.
4. Banjir laut pasang, terjadi akibat adanya badai dan gempa bumi seperti tsunami.
V. FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA BANJIR
1. Penebangan hutan secara liar tanpa disertai reboisasi.
2. Pendakalan sungai.
3. Membuang sampah sembarangan, di aliran sungai ataupun di jalan.
4. Pembuatan saluran air, got, gorong-gorong yang tidak sesuai dengan syarat-syarat.
5. Pembuatan tanggul, setu, danau yang kurang baik.
6. Bencana dari alam seperti hujan deras secara terus menerus, gempa bumi di laut yang menyebabkan tsunami dan lain sebagainya.
7. Kurangnya lahan hijau dan terbuka di daerah rendah dan padat penduduk untuk penyerapan air.
VI. PENANGGULANGAN BANJIR
1. Tidak membuang sampah sembarangan.
2. Reboisasi tanaman khususnya tanaman yang dapat menyerap air dengan cepat dan baik
3. Menjaga kebersihan daerah aliran air seperti danau, sungai, got dan gorong-gorong.
4. Menyediakan lahan terbuka untuk membuat lahan hijau untuk penyerapan air.
5. Kurangin pembangunan bangunan di daerah-daerah aliran sungai atau penyerapan air.
6. Membangun sarana dan prasarana untuk pemantauan dan peringatan dini terhadap sungai-sungai yang relatif besar menyebabkan banjir, bencana alam seperti tsunami dan lain sebagainya.
2. HAL YANG DILAKUKAN DALAM MITIGASI BANJIR
1. Kenali Penyebab Banjir
• Curah hujan tinggi.
• Permukaan tanah lebih rendah dibanding permukaan air laut.
• Terletak di suatu cekungan yang dikelilingi perbukitan dengan pengaliran air keluar sempit.
• Banyak permukiman yang dibangun di dataran sepanjang sungai.
• Aliran sungai tidak lancar karena banyaknya sampah serta bangunan di pinggir sungai.
• Kurangnya tutupan lahan di daerah hulu sungai.
2. Tindakan untuk Mengurangi Dampak Banjir
• Penataan daerah aliran sungai secara terpadu
• Pembangunan sistem pemantauan dan peringatan dini di bagian sungai yang sering menimbulkan banjir.
• Tidak membangun rumah permukiman di bantaran sungai.
• Tidak membuang sampah ke dalam sungai.
• Program penghijauan daerah hulu sungai harus selalu dilaksanakan
3. Yang Harus Dilakukan Sebelum Terjadi Banjir
• Bersama-sama, membersihkan lingkungan sekitar, terutama di saluran air atau selokan, dari timbunan sampah.
• Tentukan lokasi posko banjir yang tepat untuk mengungsi
• Bersama pengurus RT/RW, segera bentuk tim penanggulangan banjir di tingkat warga, salah satunya mengangkat penanggung jawab posko banjir.
• Koordinasikan melalui RT/RW, dewan kelurahan setempat, dan LSM untuk pengadaan tali, tambang, perahu karet, dan pelampung guna evakuasi.
• Pastikan pula peralatan komunikasi telah siap pakai
• Simak informasi terkini melalui TV, radio, atau peringatan tim warga tentang curah hujan dan kondisi air.
• Melatih diri dan anggota keluarga hal-hal yang harus dilakukan apabila terjadi bencana banjir.
• Mendiskusikan dengan semua anggota keluarga tempat di mana anggota keluarga akan berkumpul usai bencana terjadi.
• Mempersiapkan tas siaga bencana yang berisi keperluan yang dibutuhkan seperti: Makanan kering seperti biskuit, air minum, kotak kecil berisi obat-obatan penting, lampu senter dan baterai cadangan, Lilin dan korek api, kain sarung, satu pasang pakaian dan jas hujan, surat berharga, fotokopi tanda pengenal yang dimasukkan kantong plastik, serta nomor-nomor telepon penting.
4. Kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko banjir:
• Buat sumur resapan bila memungkinkan.
• Tanam lebih banyak pohon besar.
• Membentuk kelompok masyarakat pengendali banjir.
• Membangun atau menetapkan lokasi dan jalur evakuasi bila terjadi banjir.
• Membangun sistem peringatan dini banjir.
• Menjaga kebersihan saluran air dan limbah.
• Memindahkan tempat hunian ke daerah bebas banjir atau tinggikan bangunan rumah hingga batas ketinggian banjir jika memungkinkan.
• Mendukung upaya pembuatan kanal atau saluran dan bangunan.
• Pengendali banjir dan lokasi evakuasi.
• Bekerjasama dengan masyarakat di luar daerah banjir untuk menjaga daerah resapan air.
5. Yang Harus Dilakukan saat Banjir
• Matikan aliran listrik di dalam rumah atau hubungi PLN untuk mematikan aliran listrik di wilayah yang terkena bencana.
• Mengungsi ke daerah aman
• Hindari berjalan di dekat saluran air untuk menghindari terseret arus banjir, serta segera amankan barang-barang berharga ketempat yang lebih tinggi.
• Jika air terus meninggi, hubungi instansi terkait
• Jangan panik.
• Pada saat terjadi bencana banjir, warga yang berada di daerah rawan bencana banjir diminta memantau perkembangan cuaca, bila hujan terus terjadi tidak henti-hentinya, diimbau waspada dan berhati- hati untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
• Pada saat dan setelah bencana terjadi, berbagai aktivitas kesehatan harus dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan para korban serta mencegah memburuknya derajat kesehatan masyarakat yang terkena bencana. Pada tahapan tanggap darurat, energi yang cukup besar biasanya dicurahkan untuk evakuasi korban.
• Apabila kamu terjebak dalam rumah atau bangunan, raih benda yang bisa mengapung sebisanya.
• Pantau kondisi ketinggian air setiap saat sehingga bisa menjadi dasar untuk tindakan selanjutnya.
• Ikut mendirikan tenda pengungsian, pembuatan dapur umum.
• Terlibat dalam pendistribusian bantuan.
• Mengusulkan untuk mendirikan pos kesehatan.
• Menggunakan air bersih dengan efisien.
6. Yang Harus Dilakukan Setelah Banjir
• Secepatnya membersihkan rumahbagian lalu gunakan antiseptik untuk membunuh kuman.
• Cari dan siapkan air bersih untuk menghindari terjangkitnya penyakit diare yang sering mewabah setelah kejadian banjir.
• Waspadai kemungkinan binatang berbisa atau binatang penyebar penyakit.
• Usahakan selalu waspada apabila kemungkinan terjadi banjir susulan.
• Terlibat dalam kaporitisasi sumur gali.
• Terlibat dalam perbaikan jamban dan saluran pembuangan air limbah (SPAL).
• Pemberian bantuan yang meliputi kesehatan lingkungan, dan pemberantasan penyakit, pelayanan kesehatan serta distribusi logistik kesehatan dan bahan makanan.
• Menjaga agar sistem pembuangan limbah dan air kotor agar tetap bekerjapada saat terjadi banjir.
• Menghindari memasuki wilayah yang rusak kecuali dinyatakan aman misal bangunan yang rusak atau pohon yang miring.
• Memeriksa dan menolong diri sendiri kemudian menolong orang di dekat kamu yang memerlukan bantuan.
• Mencari anggota keluarga.
• Jika keadaan sudah aman, masuk rumah dengan hati-hati, jangan menyalakan listrik kecuali telah dinyatakan aman.
• Membersihkan lumpur
• Periksa persediaan makanan dan air minum. Jangan minum air dari sumur terbuka karena sudah terkontaminasi. Makanan yang telah terkena air banjir harus dibuang karena tidak baik untuk kesehatan. Dengan mitigasi bencana tersebut , diharapkan dapat mengurangi resiko atau dampak yang ditimbulkan oleh bencana kususnya bagi penduduk seperti korban jiwa,kerugian ekonomi,dan lain lain.
Lampiran:
Gambar Gambar Bencana Banjir
Gambar 1.1 Sebelum Banjir Gambar 1.2 Sebelum Banjir
Gambar 1.3 Sebelum banjir Gambar 1.4 Sebelum banjir
Gambar 1.5 Setelah Banjir Gambar 1.6 Saat banjir
Video 1.1 Banjir monado
Video 1.2 Banjir Monado II




